Botok Mengkudu : Kuliner Enak Khas Suku Dayak
Komunitas pemberdayaan Mansaro Cinae yang merupakan komunitas dibawah binaan CU Bonaventura TP Sagatani menjadikan Botok Mengkudu sebagai sumber penghasilan tambahan anggota komunitasnya. Pada umumnya Botok adalah makanan tradisional khas Jawa yang awalnya dibuat dari ampas kelapa yang telah diambil sarinya (santan). Ampas kelapa ini dibumbui dengan rempah-rempah seperti cabai, garam, merica, dan daun salam, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang. Saat ini, botok sering dimodifikasi dengan tambahan bahan seperti tahu, teri, udang, petai cina, atau bahkan larva tawon, yang dikenal sebagai botok tawon.
Namun berbeda dengan botok yang ada di Pulau Kalimantan, masyarakat khususnya suku Dayak membuat botok dengan menggunakan daun mengkudu sebagai pembungkusnya. Isian didalam daun mengkudu tersebut biasanya terdiri dari daun kunyit, daun singkong, daun kesum yang di campur dan dihaluskan, dan daging ikan sebagai pelengkap proteinnya. Botok mengkudu dimasak kuah dengan berbagai macam campuran rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, kapulaga, bunga bintang, kayu manis, adas manis, kelapa sangrai, lengkuas, daun salam dan santan yang dimasak menjadi satu, sehingga masakan ini terasa bold dan gurih. Namun proses pembuatannya cukup panjang, dimulai dengan perebusan daun mengkudu menggunakan air mendidih agar menghilangkan rasa pahit dari daunnya, memotong motong ikan menjadi beberapa bagian dan memasaknya terlebih dahulu agar tidak terlalu amis, kemudian membungkus isiannya menggunakan daun mengkudu yang sudah direbus, dan diikat, baru kemudian dimasak menggunakan rempah dan santan hingga lembuat dan meresap.
Botok mengkudu memiliki banyak manfaat kesehatan yang luar biasa, terutama dari bahan-bahan yang digunakan, contohnya daun mengkudu, yang kaya akan nutrisi dan senyawa bioaktif. Berikut beberapa khasiatnya:
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Kandungan vitamin C dan antioksidan membantu melawan infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Menurunkan tekanan darah: Senyawa seperti scopoletin membantu melancarkan aliran darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
- Mencegah peradangan: Sifat antiradang dalam daun mengkudu dapat membantu mengurangi nyeri sendi dan otot.
- Meningkatkan kesehatan pencernaan: Serat dalam botok mengkudu membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
- Menurunkan risiko penyakit kronis: Antioksidan dalam daun mengkudu melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, yang dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker.
Kemudian daun kesum, yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:
- Antioksidan tinggi: Membantu melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung.
- Anti-inflamasi: Mengurangi peradangan dalam tubuh, yang bermanfaat untuk kondisi seperti radang sendi.
- Antimikroba: Membantu melawan bakteri dan mikroorganisme berbahaya.
- Antidiabetes: Ekstrak daun kesum dapat membantu menurunkan kadar gula darah.
- Pelancar pencernaan: Membantu mengatasi masalah pencernaan seperti diare dan sembelit.
- Perawatan kulit: Kandungan antioksidan dan anti-inflamasi juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.
Komunitas Mansaro Cinae merupakan salah satu komunitas yang dapat merasakan dampak positif dari berkomunitas karena mereka berhasil mendapatkan penghasilan tambahan bersama lewat berkomunitas, dengan memanfaatkan makanan khas suku Dayak yang ternyata cocok dilidah masyarakat, khususnya di daerah sekitar komunitas Mansaro Cinae berada yaitu di Desa Rantau, Dusun Jembatan 25 dan sekitarnya. Karena proses pembuatannya yang cukup panjang, komunitas Mansaro Cinae masih belum bisa memenuhi kebutuhan pasar, hal ini diitandai dengan cepat lakunya botok tersebut dalam sehari jualan, bahkan juga terkadang kurang, karena rata-rata sekali produksi hanya 70an porsi. Apakah Anda tertarik untuk mencicipinya?
0 Komentar
Tinggalkan Komentar