kopditcubonaventura@gmail.com
0811-5791-300

CU Yang Kuat Pasti Didukung Oleh Volunteer Yang Aktif

Sebanyak 107 layar partisipan zoom dari berbagai CU di Indonesia mengikuti Forum Volunteer Credit Union Indonesia (FVCUINA) secara daring melalui zoom meeting. Forum diskusi ini diselenggarakan oleh PUSKOPCUINA pada 28 Maret 2023 pukul 14.30 sampai dengan 16.30 WIB.

CU Bonaventura mengikutsertakan 40 orang anggota potensial dari 10 Tempat Pelayanan serta diikuti pula oleh Pengurus dan Manajemen bidang Diklat dan Pemberdayaan.

Ketua Pengurus PUSKOPCUINA sekaligus moderator diskusi, Marselus Sunardi,  menyampaikan bahwa sejak FVCUINA dibentuk sudah dilaksanakan 3 kali pertemuan. Tetapi aktivitasnya dirasa masih sepi-sepi saja.

“FVCUINA memiliki WAG sebagai wadah, tetapi isinya juga belum mengangkat isu strategis yang ada. Oleh karena itu pada pertemuan kali ini tema yang diangkat adalah “Meningkatkan Partisipasi Anggota Forum Volunteer Credit Union Indonesia (FVCUINA)” kata Sunardi.

Sunardi menjelaskan, anggota FVCUINA tidak hanya di jaringan PUSKOPCUINA saja tetapi merangkul insan CU seluruh Indonesia yang sudah merasakan manfaat CU dan ingin CU hadir terus mewarnai dan mengisi pembangunan Indonesia dengan model yang dilaksanakan CU.

“FVCUINA digagas oleh PUSKOPCUINA untuk mengumpulkan teman-teman dari Indonesia yang pernah mengikuti Development and Educator (DE), mantan pengurus dan pengawas CU masing-masing sebagai praktisi CU, pernah menjadi karyawan CU, pengurus pengawas manajemen yang masih aktif saat ini, atau siapa saja yang punya rasa kepedulian terhadap gerakan CU. Jadi siapa saja bisa mendaftar melalui form yang disiapkan” papar Sunardi.

Sunardi mengingatkan volunteering adalah kegiatan sukarela tanpa bayaran dimana seseorang memberikan waktunya untuk membantu terlaksananya suatu acara atau keberlangsungan dari sebuah organisasi. Volunteering merupakan suatu kontribusi dalam waktu, tenaga, hingga kemampuan untuk tujuan atau misi yang ingin dicapai oleh pihak lain. Kontribusi tersebut dilakukan dengan sukarela atau tanpa adanya keuntungan finansial. Seseorang yang melakukan kegiatan ini disebut dengan volunteer atau relawan.

CU yang kuat pasti didukung banyak volunteer yang aktif. Itulah sebabnya saat ini masih banyak CU yang sudah lama berdiri salah satunya karena didukung para volunteer. Istilah volunteer sendiri menurut Sunardi memang baru enam tahunan digunakan yaitu sejak 2017 dengan diperkenalkannya 3 in 1 in Credit Union (I am member, I am leader, I am volunteer).

Dalam prakteknya volunteering sudah ada sejak lama. Ada banyak istilah dipakai oleh CU seperti kelompok inti, community organizer, sangayoka, sedulur, kerabat, anggota potensial, dan lain-lain. Semuanya merujuk pada volunteer. Para volunteer ini bekerja sukarela tetapi membuat sesuatu yang nyata dan mendukung aktivitas yang ada di CU.

Kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh FVCUINA adalah :

  1. FGD rutin secara daring
  2. Webinar tematis
  3. Rapat pengurus
  4. Penyusunan rencana kerja
  5. Diskusi terbuka melalui WA Group
  6. Merekrut anggota baru

Sunardi memaparkan banyak manfaat yang didapat dari kegiatan volunteering ini.

“Pertama memperluas relasi insan CU. Penyakit yang umum terjadi di CU kan egosentris, dengan mengatakan hanya CU-nya saja yang terbaik. CU yang lain jelek. Padahal kalau itu benar terjadi akibatnya akan berbahaya. Orang tidak mengabarkan manfaat CU dari hal baik tapi dari situasi sulit yang dialami CU lain. Kita tidak bisa membiarkan CU lain dalam situasi sulit sedangkan CU kita saja yang kita bilang hebat. Itu akan merusak relasi insan CU” kata Sunardi.

“Semua CU unik. CU yang besar juga ada masalahnya. CU yang kecil pun ada success story anggotanya. Jadi CU harus mau berelasi dengan insan CU mana saja. Dengan demikian mari kita bersinergi” ajak Sunardi.

Ia menceritakan CU-CU primer didalam gerakan PUSKOPCUINA diajak duduk bersama dalam penataan wilayah pelayanan. Tidak boleh yang kuat menguasai yang lainnya. Tapi terus berelasi sehingga waktu tidak habis untuk berprasangka.

Manfaat lainnya adalah dengan volunteering kita juga bisa berbagi best practice dan informasi. Di CU tidak ada yang terlalu rahasia. Jika ditanyakan apa rahasia sukses CU seharusnya kita ceritakan dan tidak boleh dianggap rahasia lembaga.

“Kita boleh berbagi apa yang baik. Apa yang kita praktekkan selama ini adalah berbagi secara tidak langsung. Misalnya dulu tidak ada program solidaritasnya. Baru 2001 baru ada istilah solkes,solduta, rawat inap, dan lain-lain di semua CU primer” kata Sunardi mencontohkan.

Volunteering juga dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan berbagi keberhasilan yang sudah dijalankan CU saat ini dan masa datang. Ini perlu diperkuat dengan saling berbagi. Sunardi berharap melalui volunteer lahir kader-kader pemimpin CU.

“Semoga dengan meningkatnya keterampilan, orang yang dulunya acuh tak acuh kemudian tertarik untuk mengawal CU dengan menjadi pemimpin di CU. Yang paling penting volunteering ini bisa menjadi perekat insan CU di seluruh Indonesia” pungkasnya.

0 Komentar
Tinggalkan Komentar

Video