kopditcubonaventura@gmail.com
0811-5791-300

MENGANTISIPASI RESESI

Kekuatiran akan resesi membuat banyak pihak waspada. Termasuklah CU Bonaventura. Itu sebabnya tema yang diangkat dalam RAT Paripurna adalah “Melalui Tata Kelola Yang Sehat Dan Pemberdayaan Yang Berkualitas, CU Bonaventura Mampu Menghadapi Resesi Di Era Digital”.

Sebenarnya apakah resesi itu ? Mengutip Wikipedia, dalam ekonomi makro resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. 
Resesi dapat juga diartikan sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.[1] Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi), atau, kebalikannya, meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa resesi disebabkan oleh beberapa kondisi seperti :

Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang.
Keseimbangan antara produksi dan konsumsi atau daya beli masyarakat merupakan dasar pertumbuhan ekonomi. Namun, apabila produksi dan konsumsi tidak seimbang, akan terjadi masalah pada siklus ekonomi. Jika produksi yang tinggi tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat yang tinggi pula, maka akan mengakibatkan penumpukan persediaan barang.

Sebaliknya, jika produksi rendah sedangkan daya beli masyarakat tinggi sehingga menyebabkan kebutuhan masyarakat tak terpenuhi, maka negara harus melakukan impor. Dan hal tersebut menyebabkan penurunan laba perusahaan dan lemahnya pasar modal.

Utang yang berlebihan
Ketika individu atau bisnis memiliki terlalu banyak utang, dan tak mampu membayar tagihan mereka, dapat menyebabkan kebangkrutan kemudian membalikkan perekonomian. Kebangkrutan satu individu/bisnis yg menjadi pengutang dapat mempengaruhi individu/bisnis lain yg mempunyai piutang, dan akan memberikan efek domino kepada rekan bisnis yg lain.

Inflasi
Inflasi adalah tren harga yang stabil dan naik dari waktu ke waktu. Inflasi bukanlah hal yang buruk bagi ekonomi. Tetapi inflasi yang berlebihan dapat membahayakan resesi. Bank Sentral Amerika Serikat maupun Bank Indonesia, umumnya menaikkan suku bunga untuk menekan aktivitas ekonomi. Dengan adanya inflasi, maka kemampuan berbelanja masyarakat menurun diakibatkan harga berbagai barang menjadi mahal.

Deflasi
Deflasi adalah saat harga turun dari waktu ke waktu, yang menyebabkan upah menyusut, yang selanjutnya menekan harga. Ketika deflasi lepas kendali, orang dan bisnis berhenti berbelanja, maka hal ini berdampak pada ekonomi suatu negara. Apabila inflasi mempengaruhi harga barang yg menjadi sulit dibeli, deflasi mempengaruhi ekonomi/kekayaan masyarakat untuk membeli. 

Adapun dampak dari adanya resesi selain menurunnya perputaran barang/jasa adalah ketersediaan/supply barang menurun yang dikarenakan pabrik mengurangi produksi dan pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan banyaknya pengangguran dan kemiskinan.
Kebijakan yg akan dilakukan pemerintah saat resesi adalah menurunkan suku bunga sehingga diharapkan masyarakat menarik uang dari bank dan akan menyebabkan jumlah uang beredar bertambah. Dengan jumlah uang beredar bertambah akan berpotensi menyebabkan konsumsi bertambah dan perputaran usaha di masyarakat membaik. Adakalanya salah satu penyebab resesi adalah kenaikan suku bunga yg dilakukan pemerintah (misal untuk menstabilkan inflasi) sehingga perlu kebijakan untuk menurunkan kembali suku bunga.

Melihat dampak dari resesi tersebut apa yang harus kita lakukan ?

Pj Walikota Singkawang Sumastro dalam sambutannya di RAT Paripurna mengatakan kalau kita semua mempunyai etos kerja dan semangat, resesi yang menjadi kegelisahan kita semua pasti dapat teratasi. 
Ia juga mengutip komentar Menteri BUMN yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan Negara yang diberkati. Indonesia dengan berbagai Sumber Daya Alam tidak perlu kuatir dengan Resesi.
Sumastro juga mengajak masyarakat Singkawang untuk bergabung di CU Bonaventura.
“Masyarakat bisa menyisihkan pendapatannya dan dapat menabung di CU Bonaventura atau Lembaga Keuangan yang dipercayai” kata Sumastro. 
“Untuk masyarakat yang mempunyai lahan yang luas, bisa mencukupi protein dengan mandiri dengan cara memanfaatkan lahan supaya produktif agar anak dan keturunan tidak kurang gizi, Ibu hamil sehat dan anak tidak stunting. Tidak serba makan makanan yang instan, rajin mengolah makanan alami, agar keturunan sehat” pesan Sumastro.

Sekarang pertanyaannya, sudah siapkah anda seandainya Indonesia kembali harus menghadapi resesi ekonomi ? Bagaimana mempersiapkan kondisi keuangan kita agar dapat meminimalisir dampak dari kemungkinan resesi ekonomi tersebut ? 

Mari kita ingat kembali apa yang menjadi pembahasan dalam Diklat Dasar dan Diklat Financial Literacy di CU Bonaventura.

  1. Ingat dengan rumus perencanaan keuangan 10-20-30-40? 10% menabung, 20% dari dialokasikan untuk dana darurat di simpanan Topokng dan disiplin mempersiapkannya setiap bulan. Semakin besar saldonya maka kita akan semakin siap memenuhi kebutuhan di tengah kondisi resesi ekonomi. Dana darurat sangat penting karena bisa saja kita kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempat bekerja tutup atau usaha menurun.
  2. Mulailah untuk mengurangi dan tidak menambah beban-beban pengeluaran tidak penting yang hanya bersifat kesenangan. Jika memiliki pinjaman pastikan angsurannya tidak melebih kemampuan kita atau kurang dari 30% pendapatan. Jika dirasa masih sangat berat maka segera negosiasikan ke bagian kredit untuk jadwal ulang.
  3. Lihat kembali aset-aset yang kita miliki. Mungkin ada yang bisa kita jadikan sumber penghasilan baru. Cermati perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang disekitar kita yang dapat bernilai ekonomi. Jangan ragu untuk usaha kecil-kecilan jika dirasa kondisi keuanganmu masih lemah, karena kamu jelas butuh tambahan penghasilan untuk menopang keuangan keluarga.
  4. Hiduplah dengan sewajarnya dan tak perlu panik! Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi tetap tumbuh. Ingat konsumsi masyarakat berperan besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kita tetap perlu berpegang pada rencana keuangan dengan tetap menyisihkan uang untuk tabungan dan belanja kebutuhan. 
     
0 Komentar
Tinggalkan Komentar

Video