Periksa Kondisi Kesehatan Keuangan Anda
Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2023. Tapi sebelumnya bagaimana dengan rencana di tahun 2023 ini? Apakah resolusi tahun ini banyak yang tercapai? Jika belum, tetap semangat ya. Coba lagi di tahun yang baru.
Sebelum melangkah ke 2024, mari ingat kembali salah satu sesi di diklat Financial Literacy tentang menetapkan tujuan keuangan. Kita bisa menggunakan metode SMART sebagai panduan:
S (specific): tetapkan tujuan secara jelas dan rinci agar lebih fokus.
M (measurable): tujuan keuangan harus terukur yang dinyatakan dengan satuan uang, satuan waktu, dan lainnya.
A (achievable): pastikan tujuan tersebut realistis, sesuai dengan kemampuan keuangan dan perkiraan kenaikan pendapatan di masa depan.
R (rational): pastikan anggaran dibuat dengan tujuan yang masuk akal, sesuai dengan prediksi kondisi ekonomi dan perubahan harga di masa depan
T (time-bound): pastikan tujuan kita memiliki batas waktu yang nyata untuk membantu meningkatkan komitmen dalam mencapai tujuan tersebut. Target waktu ini harus realistis dan sesuai dengan kemampuan ya.
Contoh tujuan keuangan dengan metode SMART : "Saya memiliki dana darurat di simpanan Topokng sebesar Rp.25.000.000,- pada 31 Desember 2028.
Selain membuat target berdasarkan kebutuhan dan kemampuan, kita juga perlu mengecek kondisi keuangan. Sama seperti tubuh kita, bisa sehat bisa sakit. Keuangan juga perlu dijaga supaya sehat dan punya daya tahan kuat.
Untuk mengetahui kondisi keuangan kita sudah sehat atau belum, ada baiknya kita evaluasi melalui pertanyaan berikut:
- Apakah penghasilan sudah lebih besar daripada pengeluaran?
- Apakah sudah menyisihkan secara rutin untuk menabung dan berinvestasi?
- Apakah angsuran pinjaman sudah di bawah batas maksimal 30% dari penghasilan?
- Apakah sudah memiliki dana darurat untuk mengantisipasi pengeluaran darurat?
- Apakah nilai aset/kekayaan sudah lebih besar dari jumlah pinjaman?
Bagaimana? Apakah 5 pertanyaan tersebut jawabannya "sudah" ? Atau sebagian jawabannya "belum" ? Apabila jawabannya sudah, berarti keuangan anda masih dalam keadaan sehat. Jika masih ada jawaban belum, berarti masih ada yang perlu diperbaiki.
Jika kondisi keuangan belum sehat, kita perlu segera memperbaikinya dengan cara mengurangi pengeluaran dan utang konsumtif serta menambah sumber-sumber pendapatan baru. Kondisi keuangan yang sehat akan membuat kita lebih mudah untuk mencapai resolusi atau tujuan keuangan.
Keuangan pribadi dan keluarga dapat diibaratkan perusahaan kecil. Keuangannya perlu dikelola dengan baik agar tidak bangkrut. Keuangan pribadi dan rumah tangga bisa diawasi sebagaimana pengelolaan sebuah perusahaan. Caranya dengan melihat rasio-rasio (perbandingan) keuangan. Berikut ini 4 rasio kesehatan keuangan yang bisa kita coba gunakan:
Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur ketersediaan aset lancar, berupa uang tunai atau aset yang mudah dijual untuk menjadi uang tunai. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup, kewajiban rutin dan keperluan darurat seandainya penghasilan rutin terhenti atau berkurang. Keuangan kita dapat dikatakan sehat jika aset lancar yang dimiliki minimal sebesar 3 x pengeluaran bulanan.
Rasio kemampuan menabung,
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan menabung uang yang disisihkan dari penghasilan per bulan. Ukurannya adalah minimal 10% penghasilan disisihkan untuk menabung atau berinvestasi. Semakin besar rasio ini maka diharapkan semakin besar juga kemampuan kita untuk menabung atau berinvestasi secara konsisten sehingga keuangan Sobat lebih sehat dan mampu mencapai tujuan jangka panjang.
Rasio cicilan,
Rasio ini digunakan untuk untuk mengukur beban membayar cicilan utang bulanan dibandingkan dengan penghasilan per bulan. Ukurannya adalah maksimal 30% dari penghasilan perbulan. Hal ini penting agar cicilan yang Sobat miliki tidak mengganggu keuangan Sobat baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun menabung. Jika Sobat tidak memiliki cicilan maka, Sobat dapat memanfaatkan porsi ini untuk menambah dana investasi atau tabungan.
Rasio utang terhadap aset,
Rasio ini digunakan untuk untuk mengukur perbandingan antara total nilai aset dengan total utang. Ukurannya adalah total utang maksimal 50% dari total nilai aset. Keuangan yang sehat seharusnya di dominasi oleh aset bukan utang, sehingga penting sekali untuk memperhatikan rasio ini. Apabila jumlah utang semakin banyak kita perlu segera melunasi utang tersebut, agar kita mampu memenuhi kebutuhan hidup.
Selagi masih momen tahun baru, mari kita mulai bangun kebiasaan merencanakan keuangan dan menjadi orang yang lebih baik di tahun ini.
0 Komentar
Tinggalkan Komentar