kopditcubonaventura@gmail.com
0811-5791-300

PUSKOPCUINA Ajak Penggiat CU Untuk Menjadi Penulis

“Scripta manen verba volant”
yang tertulis akan tetap abadi, yang terucap akan berlalu bersama angin.

Demikian bunyi sepotong pepatah kuno. Jika direnungkan memang ada benarnya. Segala hal yang ditulis manusia akan diketahui orang dari jaman ke jaman. Sedangkan lisan akan terlupakan. Sebagaimana dunia mengenal masa pra sejarah dan masa sejarah. Pra sejarah adalah masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Sulit untuk mempelajari apa yang dilakukan manusia pada masa itu. Kita hanya bisa merabanya melalui rekonstruksi arkeologi.

Berbeda dengan masa sejarah. Manusia masa kini dapat membaca, mempelajari, dan mengambil makna dari kemasyuran kerajaan-kerajaan kuno, perkembangan ilmu pengetahuan, bahkan pesan Tuhan melalui tulisan kitab suci.

Sekarang kita sudah berada di tahun 2023. Jaman yang ajaib. Ketika ponsel pintar ada di tangan masing-masing orang. Kita dengan mudahnya menulis sejarah diri sendiri. Melalui ketikan status di media sosial. Lewat komentar yang kita cuitkan. Juga melalui foto yang diunggah.

Itulah sekelumit refleksi yang disampaikan oleh Edi V. Petebang, seorang penggiat Credit Union sekaligus penulis, mengawali webinar bertajuk “Bimtek Teknik Penulisan”. Webinar yang diselenggarakan oleh PUSKOPCUINA pada 2 Februari 2023 ini diikuti oleh 103 penggiat CU. Mereka merupakan Pengurus, Pengawas, dan Manajemen Credit Union Primer dalam gerakan PUSKOPCUINA.

Menurut Edi, webinar ini dirasakan sangat penting mengingat media massa yang tersedia sangat beragam, murah, dan mudah digunakan. Banyak CU sudah memiliki website, media sosial, grup WA, dan sebagainya. Media ini fungsional sekali untuk mengabarkan segala sesuatu yang dilakukan oleh Gerakan CU. Namun tersedianya media ini bukan tanpa kendala.

“Banyak website dan media sosial yang dikelola CU tidak diperbarui isinya. Penyebab lainnya adalah kesulitan menulis” kata Edi.

Menurut Edi, media yang dikelola CU perlu ada penanggungjawab yang jelas dan ada program kerja. Banyak hal di CU yang bisa dibuat berita untuk media masing-masing. Update berita bisa dilakukan harian, mingguan, atau bulanan.

“Saya temukan di beberapa CU, website dikelola oleh bagian IT. Sebaiknya website menjadi ranah kerja bagian organisasi. Terkait penulisnya siapa, bisa dilakukan oleh semua orang” jelas Edi.

“Menulis tidak harus dipelajari. Setiap orang mampu menjadi penulis sejauh punya kemauan dan kesadaran kuat untuk berbagi. Bahkan Jurusan Jurnalistik saja bukan belajar teori tapi praktek. Jadi praktekkan saja. Menulis, menulis, dan terus menulis” terang Edi.

Orang yang memiliki passion menulis maka dia bisa menulis kapan saja, dimana saja. Penulis umumnya adalah sukarelawan. Bagi seorang penulis, tujuan awal menulis tidak semata-mata mengharapkan uang. Kebanggaan penulis adalah ketika tulisannya dimuat di media dan direspon oleh pembaca.

Melalui webinar ini Edi mengajak peserta untuk mampu menulis berita. Peserta diminta praktek menulis berita tentang Bimtek yang sedang berlangsung dalam waktu 30 menit. Di sesi berikutnya barulah Edi menjelaskan teori menulis berita (hard news). Edi menjelaskan bahwa sebuah berita harus memenuhi unsur 5 W dan 1 H (apa yang terjadi, siapa pelakunya, dimana peristiwa terjadi, kapan terjadinya, mengapa terjadi, dan bagaimana kejadiannya).

Edi juga memberi teknik mendapatkan berita. Berdasarkan pengalamannya, berita bisa didapat melalui :

1. wawancara (tatap muka, telepon, tertulis, email)—ini yang paling baik.

2. siaran pers/jumpa pers, seminar, workshop.

3. media massa (cetak, elektronik).

4. buku referensi, makalah, papers.

5. pengamatan terhadap suatu obyek/fenomena di masyarakat.

6. kejadian dalam masyarakat yang dijumpai si wartawan.

 

“Pastikan dalam wawancara melalui telepon atau email, bahwa orang diwawancarai memang benar. Pastikan juga kita mempunyai catatan tentang jam, nomor telepon orang tersebut. Ini penting jika suatu saat orang tersebut menyangkal telah diwawancarai. Jangan hilangkan independensi penulis dengan memberi hasil tulisan sebelum terbit” papar Edi.

“Jika ingin memuat berita kegiatan CU misalnya RAT di media massa, sebaiknya kita menyiapkan siaran pers dan foto agar berita kegiatan kita lebih berpeluang masuk ke media massa” kata Edi lagi.

Menanggapi pertanyaan peserta tentang berita yang layak ditulis, Edi menjelaskan bahwa nilai  sebuah berita dapat diukur dari :

  1. Besar kecilnya dampak peristiwa pada masyarakat (consequences)
  2. Menarik atau tidak dari segi ragam cara hidup manusia/tentang orang (human interest)
  3. Besar-kecilnya ketokohan orang yang terlibat peristiwa (prominence)
  4. Jauh dekatnya lokasi peristiwa dari orang yang mengetahui berita  dan kedekatan emosional (proximity).
  5. Baru tidaknya atau penting tidaknya saat peristiwa itu terjadi (timeliness)     

 

Agar peserta mudah menulis berita, bisa mulai menulis dengan urutan :

  1. Peristiwa
  2. Ada/tidak nilai berita
  3. Bagaimana jalan ceritanya
  4. Menentukan sudut penulisan
  5. Melakukan liputan
  6. Membuat outline tulisan
  7. Mulailah menulis

 

Perlu juga diingat bahwa selama proses liputan dan penulisan berita lakukan cek, ricek dan triple cek agar terjadi cover both side.

Selain menulis berita, dalam webinar ini juga diajarkan mengenai penulisan feature. Berbeda dengan berita (hard news), feature menampilkan data dan fakta yang disajikan dengan gaya menarik, tulisan agak panjang dan tidak mementingkan kecepatan waktu (timeless). Namun demikian feature bukanlah fiksi. 

Judul tulisan berperan untuk menarik orang agar mau membaca tulisan kita. Caranya dapat menggunakan kutipan dari frasa terkenal atau plesetannya, kutipan ucapan salah satu tokoh cerita, deskripsi sangat singkat isi tulisan,imajinatif, menggambarkan isi, dan panjang maksimal 3-4 kata.

Dalam Webinar Teknik Penulisan kali ini tidak hanya memberi penjelasan saja. Peserta diminta membuat tulisan untuk mempraktekkan apa yang telah dipelajari. Tulisan yang dibuat kemudian harus diupload di media masing-masing CU.

Semoga melalui webinar ini, berita mengenai kegiatan CU Bonaventura terus diperbanyak, CU Bonaventura semakin memasyarakat, dan bertambah pula anggota CU Bonaventura.

0 Komentar
Tinggalkan Komentar

Video