kopditcubonaventura@gmail.com
0811-5791-300

Webinar Mengatasi Masalah dan Tantangan Keterlibatan Generasi Muda Dalam Credit Union

ACCU menyelenggarakan webinar dalam rangka memperingati Hari Kaum Muda International 2022 atau International Youth Day 2022 (IYD). IYD tahun ini bertema “Intergenerational Solidarity Creating a World For All Ages”. Pada webinar yang berlangsung pada Jumat, 12 Agustus 2022, CU Bonaventura menugaskan Gracia Caritas dan Damianus untuk berpartisipasi dalam diskusi internasional yang melibatkan kaum muda penggerak CU dari seluruh wilayah Asia.

ACCU sendiri sebelumnya telah membentuk wadah kaum muda yang diberi nama The Asian Credit Union Network of Emerging Leaders (ACUNEL). ACUNEL ini adalah jaringan untuk profesional dan sukarelawan CU usia 35 tahun ke bawah. Acunel menghubungkan, menginspirasi, mendukung, dan menumbuhkan pemimpin berwawasan luas yang menghayati dan menampilkan nilai unik yang dijanjikan CU dalam membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

ACCU membentuk ACUNEL karena alasan keanggotaan dan kepemimpinan dalam gerakan Credit Union di Asia semakin menua, ketidakmampuan Credit Union dalam mengadopsi teknologi baru, serta kurangnya ketertarikan kaum muda terhadap pelayanan di Credit Union. Sehingga ACCU berpikir bahwa proses regenerasi harus terus berjalan, karena Credit Union harus terus memberi berjalan untuk memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat serta para anggotanya.

Visi ACUNEL adalah keterlibatan signifikan para pemimpin muda dan profesional di Asian Credit Union. Misi ACUNEL adalah untuk menghubungkan, menginspirasi, mengadvokasi, dan menumbuhkan pemimpin serikat kredit yang berpengetahuan luas yang menginternalisasi dan menunjukkan proposisi nilai unik dari serikat kredit dalam membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.

Masalah yang dihadapi CU berkaitan dengan kaum muda ini menjadi topik diskusi dalam webinar. Webinar yang berjalan selama 4 jam membahas isu utama yaitu penghalang solidaritas antar generasi (intergenerational solidarity). 3 perwakilan negara yaitu Philipina, Indonesia, dan Nepal mempresentasikan isu dan tantangan keterlibatan orang muda di dalam Credit Union.

Presentasi pertama dari Philipina disampaikan oleh Mr Ernie John Cajes (NATCCO Youth Representative to the Board National Confederation of Cooperatives). Isu dan tantangan yang dihadapi oleh Philipina disingkat menjadi AIMS (Age, Inspiration, Membership penetration/Membership participation, Sustainability). Secara garis besar dijelaskan bahwa kekhawatiran yang muncul terkait dengan jarak umur adalah jarak atau penghalang dalam berkomunikasi antar generasi, selera dalam menentukan suatu pilihan dan juga dalam mengemukakan suatu pendapat. Kemudian untuk meningkatkan inspirasi dan menjaga keberlanjutan dari Credit Union juga merupakan tantangan yang besar di dalam era ini. 

Presentasi kedua dari Indonesia diwakili oleh Mr Tony (Indonesia Representative, ACUNEL Adhoc Comitee, PUSKOP Credit Union Indonesia). Menurut Tony, isu dan tantangan yang dihadapi untuk melibatkan orang muda dalam koperasi adalah kurangnya pengetahuan tentang Credit Union, kurangnya minat untuk masuk CU karena CU kurang populer, pelayanan di CU kurang menarik dan cenderung sulit dalam pandangan orang muda, pelayanannya terkesan “kuno”, credit union di Indonesia terkesan hanya untuk orang-orang dewasa, orang muda jadi kurang berminat, serta promosi melalui social media masih kurang.  

Presentasi ketiga dari Ms Riju Manandhar (Nepal Representative ACUNEL Adhoc Comitee, Nepal Federation of Savings and Credit Co-operative Unions Ltd.). Tak jauh berbeda dari yang dipresentasikan oleh Philipine dan Indonesia, Nepal juga mengalami tantangan keterlibatan orang muda dalam koperasi yaitu ketidakmampuan dari Credit Unions untuk mengadaptasi teknologi yang semakin maju, kurangnya proposi nilai unik yang didedikasikan kepada orang muda, kurangnya kesadaran akan keberadaan Credit Union di generasi muda, kurangnya orang muda yang bisa dijadikan panutan di sector Credit Union, tantangan pada wirausaha muda dan juga generasi muda kebanyakan keluar negeri untuk melanjutkan studi dan juga bekerja. 

Untuk mengatasi isu dan tantangan di kalangan kaum muda, para peserta webinar diajak untuk mendiskusikan dua pertanyaan. 
1.    Apa yang dapat memotivasi orang muda untuk berpartisipasi dan tetap berada di dalam CU?
2.    Bagaimana cara melibatkan generasi tua dalam kegiatan generasi muda di dalam CU?

Secara umum jawaban untuk pertanyaan yang pertama adalah melakukan promosi di sekolah atau di universitas, menerapkan system reward untuk kegiatan orang muda, memberikan peluang untuk mereka dalam memberikan opini, mengidentifikasi kebutuhan orang muda agar produk dan pelayanan bisa sesuai dengan mereka, memberikan pelatihan khusus orang muda.

Sedangkan jawaban untuk pertanyaan yang kedua adalah dengan mengajak kaum tua menjadi pembicara sekaligus mentor dalam kegiatan orang muda, menjadikan mereka sebagai pengarah orang muda dalam ber Credit Union, dan memberikan kesempatan dan menghargai orang muda untuk beropini dan mengembangkan ide. 

CU Bonaventura saat ini juga mulai mengarahkan pendampingan terutama pada kaum muda. Sejak 2020 mulai dipikirkan adanya diklat-diklat yang sesuai dengan kaum muda. Kini hal itu telah terwujud dengan terlaksananya diklat dasar kaum muda di seluruh Tempat Pelayanan. Tak hanya itu, pelayanan keuangan untuk kaum muda pun telah direalisasikan melalui aplikasi CU Bonaventura Mobile berbasis android. Harapannya, dengan meningkatnya partisipasi kaum muda dalam gerakan Credit Union dapat menjamin keberlangsungan CU Bonaventura di masa depan. 


 

0 Komentar
Tinggalkan Komentar

Video